We are apologize for the inconvenience but you need to download
more modern browser in order to be able to browse our page

Download Safari
Download Safari
Download Chrome
Download Chrome
Download Firefox
Download Firefox
Download IE 10+
Download IE 10+

Romo Martin Joni OFMCap dalam kenangan…

Bila dibandingkan dengan romo-romo Fransiskan lain yang pernah bertugas di Paroki St. FRANSISKUS ASISI Tebet, mungkin romo Joni bukanlah romo ngetop/populer sebagaimana romo-romo lain… alm tidak sengetop romoPaulinus misalnya, yang pandai jago berkhotbah, tidak seflamboyan Romo Victor Romo Kosmas Romo Cahyo, atau tidak seistimewa Romo Giovanni atau Romo Fidelis – saat diumumkan akan memimpin misa oleh Lektor biasanya, jujur … hadeh… romo Joni lagi… romo Joni lagi…, entah kenapa Romo Joni selalu memimpin misa Minggu Sore.

Saat perarakan koor menyanyikan lagu pembukaan, dalam selalu hati selalu … “ini misa akan biasa-biasa saja”….. “ini misa akan datar”… “coba kira-kira nanti Khotbahnya kayak apa”…

Selalu begitu…. sampai suatu saat hati ini berkehendak salaman dengan Romo Joni setelah misa…

Ternyata kesan pertama luar biasa… salamanya beda dengan romo-romo lainnya… salaman yang tulus, bukan basa-basi, sederhana, hangat berbeda seperti bukan salaman dengan seorang Imam… dengan kawan lama, tidak canggung

12219621_10208121104734891_1253022831127058743_n 12243494_10208121103974872_404824092616660698_n 12219592_10208121103814868_7488825936829385146_n 12241383_10208121106774942_4441662813603609773_n 12241370_10208121105894920_2050388874394123663_n


Romo Joni menyapa “apa kabar ?”… sudah kebanting ini… mesti jawab sesuatu… saya jawab : “Baik Romo”… timbul keisengan dalam hati dan segera terlontar, “Romo, tumben Khotbah malam ini bagus” … lalu semburat senyum bahagia hadir dalam wajahnya dan setelah itu mengalir percakapan, tanya nama dsb.

Selalu begitu, selalu Minggu sore, dan selalu karena saya punya kursi VIP/privat/pribadi di Gereja (duduknya disitu-situ aja) kalau saya belum selesai berdoa dan romo Joni selesai salin dari sakristi duluan… romo akan keluar dari pintu samping belakang koor, selalu sapa… “Thomas, gimana kali ini”… saya cenderung blak-blakan dan terusterang tanpa tedeng aling-aling… hanya 2 kali seingat saya, saya ucap “Romo, khotbah romo malam ini luar biasa lebih bagus dari biasanya” sambil salaman hangat dan tulus tadi, pandangan matanya memang beda dengan romo-romo lain.

Setelah itu saya bolak balik keluar pulau dan keluar kota sehingga jarang ikut misa yang dipimpin oleh Romo Joni lagi pas saat pulang ke Tebet – selalu Romo Kepala

Kabar sakit terdengar dan sempat Romo Joni memimpin misa setelah keluar dari RS

Seperti belum sehat dan materi khotbah terakhir saat Romo Joni memimpin misa tepat dengan konteks soal sakit. Masih ingat kata-kata Romo “Karena saya
baru sembuh dari sakit, sakit memang tidak enak…… justru oada saat sakit kita merasakan bahwa Tuhan Jesus…….dst”

Sampai kabar duka itu – kemarin pada saat baru mau memulai pekerjaan, dengan alamat FB dari alamat ini juga, kabar Romo Joni berpulang

Kembali penyesalan apabila seandainya beberapa bulan lalu bahwa itu adalah pertemuan terakhir, senyum dan jabat tangan terakhir dari Romo mungkin saya akan………….

Selamat Jalan Romo, terimakasih atas kebaikan dan kasih selama ini… terimakasih atas khotbah, persembahan misa, pemberian sakramen Mahakudus, selama bertugas di Paroki Tebet.

Romo Joni adalah romo pertama pribumi pertama (setau saya) yang wafat setelah Romo Pendiri dari Belanda – Romo Jansen, Romo Schepen (maaf kalau salah tulis) dan Romo Pennock…

Selamat jalan pewarta Iman – selamat jalan Fransiskan – selamat Jalan romoku… Tuhan Jesus pasti memberikan istirahat abadi di Surga… sampai berjumpa Romo Joni di surga kelak… doa kami yang masih mengembara dan berjuang di dunia ini… doaka agar kami tetap dalam iman kami kepada Jesus tanpa cela sedikitpun sama dengan Imanmu… selamat Jalan romo

Oleh: Thomas Christianto