We are apologize for the inconvenience but you need to download
more modern browser in order to be able to browse our page

Download Safari
Download Safari
Download Chrome
Download Chrome
Download Firefox
Download Firefox
Download IE 10+
Download IE 10+

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Renungan Sabda Hari Minggu, Tahun C/II – 2016 : 19 – 20 Nov 2016

Oleh : Romo Robertus Bellarminus, OFMCap.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Menurut kalender liturgi inilah akhir dari tahun liturgi kita dan minggu berikutnya kita akan memulai tahun liturgi yang baru dimulai dengan Minggu Adven I.

Secara manusiawi, yang namanya raja selalu berkuasa, menang, memiliki wilayah kekuasaan, memiliki banyak pasukan dan bisa melakukan apa pun. Hal ini nampak dalam gambaran raja Daud. “Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap Daud di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka disana, dihadapan Tuhan. Kemudian, mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel.” (2 Sam : 3). Sebagai raja, Daud mampu mempersatukan kerajaannya atas dasar keyakinan kepada Yahwe. Kepercayaan kepada Yahwe merupakan pemersatu bangsa Israel sendiri dan kerajaan-kerajaan di Palestina. Kristus, sebagai Daud baru, akan mempersatukan seluruh umat Allah dengan salib dan kebangkitanNya.

Akan tetapi ironis, bahwa kita merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam justru dihadapkan dengan kisah Yesus yang dimahkotai duri di kayu salib dan diolok-olok. Bagi orang Yahudi, kematian di kayu salib adalah kematian yang konyol. Semua orang mengolok-olok “orang lain Ia selamatkan, biarlah Ia menyelamatkan dirinya sendiri”. Yesus nampak sebagai raja yang tak berdaya.

Namun, pada bagian akhir hidupNya, Yesus justru menganugerahkan karunia yang tidak bisa diberikan oleh siapapun. Yesus menunjukkan kuasaNya yang luar biasa, yaitu Ia menganugerahkan Kerajaan Surga kepada penjahat disebelah kanan ¬†yang mau bertobat, dan menyembahNya. Yesus adalah Raja sejati. Ia adalah Raja yang bersengsara bagi umatNya. Ia adalah orang benar yang harus menderita demi keselamatan orang lain, juga orang yang telah membenciNya. Ia mengampuni menreka yang belum sadar bahwa yang mereka hinakan adalah Juru Selamat. Mereka yang mengakui kesesatannya dan bertobat akan mendapat pengampunan. Pada hari itu juga mereka mendapatkan keselamatan. “Kata Yesus kepadanya, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini engkau akan ada bersama-sama Aku didalam Firdaus” (Luk.23:43)

Pada momen ini marilah kita merenungkan bahwa secara duniawi tampaknya hidup Yesus kalah-kalah oleh kekuatan-kekuatan jahat yang sejak awal mula karyanya mengincar diriNya. Namun penting disadari bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan untuk membangun kesuksesan, kemakmuran dan kekuasaan dunia. Ia datang ke dunia karena ingin mengajak kita semua masuk dalam kerajaanNya bersama Bapa. Maka, kalau kita sering mengeluh tentang betapa beratnya salib hidup kita didunia, maka mari tengok salib Tuhan kita. Ia telah lebih awal menjalani salib itu. Melalui perayaan ini, akhirnya kita mengerti bahwa yang Tuhan janjikan bukanlah kemuliaan duniawi, melainkan kemuliaan surgawi.