We are apologize for the inconvenience but you need to download
more modern browser in order to be able to browse our page

Download Safari
Download Safari
Download Chrome
Download Chrome
Download Firefox
Download Firefox
Download IE 10+
Download IE 10+

Harta Yang Berharga

Harta Yang Berharga

 

Renungan Sabda Hari Minggu Biasa XVII, Tahun A/I-2017 : 29-30 Juli 2017

 

Oleh Pastor Nobertus Desiderius, OFMCap.

 

Apa kebutuhan utama dan mendesak yang Anda miliki saat ini? Setiap orang pasti memiliki kebutuhan atau keinginan. Di antara sekian banyak pilihan tersebut, pasti ada beberapa yang menjadi prioritas utama. Dalam hal menentukan mana pilihan yang terbaik tersebut kadang orang harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Diujung dari perjuangan itu adalah kebahagiaan dan kepuasan.

Raja Salomo yang kita dengar dalam bacaan pertama minggu ini telah memilih satu hal yang paling utama dari segala tawaran yang ada. Dia tidak meminta usia yang panjang, sebagai tanda hidup yang terberkati. Bukan juga harta berlimpah yang dia inginkan sebagai simbol rejeki dan berkat Tuhan. Bahkan dia tidak meminta nyawa musuh-musuh yang setiap saat mengancam keselamatan jiwanya. Raja Salomo hanya menyampaikan satu permintaan kepada Tuhan yaitu hikmat yang berupa hati yang bijaksana yang bermanfaat untuk digunakan didalam hal memimpin umat Tuhan yang begitu besar (1 Raja 3:9). Ternyata walaupun hanya satu permintaan Salomo, dalam kisahnya bahkan Tuhan memberikan begitu banyak hal kepadanya yaitu harta, kekayaan, jabatan, umur panjang dan lain sebagainya. Satu permintaan, dijawab dengan banyak pemberian.

Mencari, menemukan dan menentukan pilihan yang paling utama pada hakekatnya adalah untuk kebaikan dan keselamatan hidup kita. Memilih yang terbaik dan meninggalkan yang lain sama artinya kita menyimpan harta surgawi sebagai investasi hidup kekal. Perumpamaan tentang harga terpendam dan mutiara yang berharga yang dicari dan ditemukan merupakan gambaran tentang kerajaan Allah yang lebih berharga dari segalanya. Oleh karena itu, meninggalkan seluruh yang dimiliki untuk mendapatkan harta surgawi ini adalah pengorbanan yang takkan sia-sia.

Perumpamaan harta berharga dan mutiara ini menggambarkan semangat yang harus kita miliki dan sertakan dalam mencari Kerajaan Allah. Berjuang tanpa kenal lelah dengan komitmen total untuk sesuatu yang lebih bernilai. Kegembiraan yang akan dialami ketika mendapatkanna adalah awal dari kebahagiaan kekal itu sendiri.

Berbicara masalah permintaan, ada begitu banyak orang berlaku secara kurang bijaksana kepada Tuhan mengenai hal ini. Raja Salomo telah memberikan kepada kita teladan dalam meminta apa yang sangat perlu. Marilah kita memohonkan kepada Tuhan agar diberikan kebijaksanaan dalam hidup. Memilih, mencari dan memperjuangkan yang terbaik bukan yang fana. Mungkin kita tidak bijaksana karena permintaan kita hanya bertujuan untuk memuaskan hasrat diri sendiri seperti meminta kekayaan, meminta jabatan, meminta kehormatan dan lain sebagainya sehingga tak heran dirinya menjadi frustasi ketika permintaannya tidak terpenuhi. Ada sifat rakus, egois dan hasrat memuaskan diri sendiri ketika menyampaikan permintaan kepada Tuhan. Kita tinggalkan segala kelekatan yang membuat kita terkungkung dan memilih harta yNg berharga, yaitu Tuhan sendiri. Tuhanlah harta itu, dalam Dia keselamatan kita, Dia menjamin hari depan kita.