We are apologize for the inconvenience but you need to download
more modern browser in order to be able to browse our page

Download Safari
Download Safari
Download Chrome
Download Chrome
Download Firefox
Download Firefox
Download IE 10+
Download IE 10+

Hanya Yang Terbaik Yang Dipilih Dan Dipanggil

Hanya Yang Terbaik Yang Dipilih Dan Dipanggil

Renungan Sabda Hari Minggu Biasa ke-XXI, Tahun A/I-2017 : 26-27 Agustus 2017

Oleh : Pastor Nobertus Desiderius, OFMCap.

 

Right man on the right place. Orang yang tepat pada posisi yang tepat. Hanya orang yang memiliki kemampuan dan kapasitas terbaik yang dapat menduduki jabatan atau posisi terbaik. Demikian bacaan-bacaan minggu ini memperlihatkan bagaimana orang-orang dengan kemampuan terbaik akan diberikan posisi terbaik, bahkan menjadi penguasa. Bukan hanya posisi atau jabatan tetapi juga berkat dan perlindungan akan diberikan kepada orang pilihanNya.

Bacaan dari nubuat Yesaya minggu ini menggambarkan kuasa Allah atas orang-orang yang berkenan kepadaNya. Ia berkuasa merendahkan atau meninggikan kuasa para pemimpin dunia duniawi. Allah sendiri turun tangan atas panggilan dan perutusan Sebna dan Elyakim. Allah menurunkan jabaran dan menjatuhkan pangkat Sebna dan memanggil Elyakim sebagai penggantinya. Kuasa yang diberikan Allah melebihi kuasa mana pun yang ada diseluruh duni. Allah adalah dasar dari kuasa tersebut. Kuasa yang berasal dari Allah tidak dapat digantikan karena tertuju pada diri Allah sendiri demi kebesaran dan kemuliaanNya.

Kuasa inilah yang diberikan oleh Yesus kepada Petrus, yakni mendirikan dan membangun jemaat. Kepadanya bahkan Allah memberikan kunci Kerajaan Surga. Petrus memperoleh kuasa lebih dari para murid yang lain karena pengakuam imannya. Pengakuannya akan Yesus sebagai Anak Allah yang hidup adalah pernyataan iman yang dalam yang bersumber dari pengalaman hidupnya sendiri. Kualitas iman dan pengalaman hidupnya bersama Yesus menempatkan Petrus pada posisi terbaiknya. Dia dipersiapkan untuk menerima tugsd perutusan dengan berdasarkan pada iman untuk menanamkan iman.

Pengakuan iman merupakan disposisi awal bagi sebuah panggilan untuk perutusan. Pertanyaannya buat kita adalah tugas apa yang sudah saya terima dari Tuhan sebagai konsekuensi dari pengakuan iman saya? Seperti Petrus mendapat tugas memegang kunci Kerajaan Surga ksrena pengakuan imannya, demikian hendaknya kita juga mendapat peran dan tugas sebagaimana iman yang saya hayati.